Antisipasi Musim Hujan, Kota Batu Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi

Apel dipimpin Kapolres Batu AKBP Panji Gedhe Prabawa dan dihadiri Wali Kota Batu Nurochman, Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto, Dandim 0818/Malang-Batu Letkol Czi Bayu Nugroho, serta sejumlah unsur TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, Perhutani dan relawan kebencanaan.(ist)

HEADTOPIC.COM – Menghadapi ancaman cuaca ekstrem selama musim penghujan 2026–2027, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

Langkah tersebut diwujudkan melalui Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Rest Area Jalibar, Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu, Rabu 4 November 2026.

Bacaan Lainnya

Apel dipimpin Kapolres Batu AKBP Panji Gedhe Prabawa dan dihadiri Wali Kota Batu Nurochman, Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto, Dandim 0818/Malang-Batu Letkol Czi Bayu Nugroho, serta sejumlah unsur TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, Perhutani dan relawan kebencanaan.

Dalam arahannya, Kapolres Batu menekankan pentingnya langkah antisipasi sejak dini, mulai dari pemetaan wilayah rawan bencana, kesiapan personel dan peralatan, hingga sosialisasi jalur evakuasi kepada masyarakat.

Penguatan kembali Desa Tangguh Bencana (Destana) juga menjadi perhatian. Keberadaan Destana diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam mendeteksi potensi bencana dan mempercepat penanganan ketika terjadi keadaan darurat.

Kapolres mengingatkan bahwa kondisi geografis Kota Batu yang didominasi kawasan perbukitan, lereng dan aliran sungai memiliki potensi kerawanan terhadap tanah longsor, banjir, angin kencang hingga pohon tumbang.

Sementara itu, Wali Kota Batu Nurochman menegaskan bahwa penanggulangan bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat keamanan, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Pemkot Batu juga terus melakukan pemantauan dan penyisiran sejumlah aliran sungai, termasuk Kali Krecek, untuk mengantisipasi potensi banjir. Perbaikan fasilitas serta penataan aliran sungai di sejumlah titik turut disiapkan agar aliran air lebih lancar saat hujan dengan intensitas tinggi.

Ancaman bencana di Kota Batu menjadi perhatian serius. Berdasarkan data Polres Batu, sepanjang 2025 tercatat sebanyak 73 kejadian bencana. Sementara sejak awal Januari hingga 4 November 2026, jumlahnya meningkat menjadi 122 kejadian.

Rinciannya meliputi 20 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), 52 tanah longsor, 11 banjir, serta 39 kejadian angin kencang dan puting beliung.

Peningkatan tersebut menjadi pengingat pentingnya memperkuat mitigasi dan kesiapan seluruh unsur terkait menjelang puncak musim hujan.

Melalui apel kesiapsiagaan ini, Pemkot Batu berharap koordinasi lintas sektoral semakin solid. Kesiapan personel, sarana prasarana, sistem peringatan dini, hingga keterlibatan masyarakat diharapkan mampu meminimalkan risiko dan dampak bencana.

Masyarakat juga diimbau meningkatkan kewaspadaan, menjaga kebersihan saluran air, tidak membuang sampah ke sungai, serta segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda potensi longsor maupun kondisi lingkungan yang membahayakan.

Dengan kesiapsiagaan bersama, diharapkan keselamatan masyarakat Kota Batu tetap terjaga selama menghadapi musim hujan 2026–2027.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *