HEADTOPIC.COM, NGANJUK – Krisis air bersih mulai dirasakan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Nganjuk akibat musim kemarau. Kondisi tersebut membuat kebutuhan air bersih warga semakin mendesak, terutama untuk kebutuhan sehari-hari.
Merespons kondisi tersebut, Kodim 0810/Nganjuk turun langsung membantu warga dengan mendistribusikan sebanyak 15.000 liter air bersih ke masyarakat di Dusun Gerit, Desa Lengkong Lor, Kecamatan Ngluyu, Kabupaten Nganjuk.
Bantuan air bersih tersebut disambut antusias oleh warga. Mereka rela mengantre untuk mendapatkan pasokan air yang nantinya digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Kegiatan pendistribusian air bersih ini merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air selama musim kemarau.
Warga berharap bantuan serupa dapat terus dilakukan selama kondisi kekeringan masih berlangsung. Pasalnya, sumber air yang biasanya digunakan masyarakat mulai berkurang sehingga warga harus mencari pasokan air dari lokasi lain.
Dengan distribusi 15.000 liter air bersih tersebut, setidaknya kebutuhan warga untuk sementara dapat terbantu. Kehadiran personel Kodim 0810/Nganjuk juga menjadi bentuk nyata sinergi TNI dengan masyarakat dalam menghadapi dampak musim kemarau.
Darurat air bersih menjadi perhatian bersama. Kolaborasi antara pemerintah, TNI, masyarakat, dan berbagai pihak diharapkan mampu memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi hingga musim hujan kembali tiba.
Distribusi air bersih tidak hanya di lakukan Kodim 0810 Nganjuk, namun, juga berkolaborasi dengan Yon TP Macan Willis, pihak Pemda Nganjuk dan Organisasi wartawan yaitu Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia Korda Majapahit, kelompok kerja (Pokja) Nganjuk, pada Kamis 3 September 2026.
Dandim 0810/Nganjuk Letkol, Arh, M.Taufan Yudha Bakti mengatakan, pendistribusian air bersih tersebut merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap masyarakat yang tengah menghadapi kesulitan air akibat musim kemarau.
Menurutnya, sebanyak 15.000 liter air bersih disalurkan kepada warga Dusun Gerit, Desa Lengkong Lor, untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
“Yang paling utama adalah bagaimana masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih bisa terbantu. TNI akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat, khususnya ketika warga menghadapi kondisi darurat seperti kekeringan,” ujarnya.
Dandim menambahkan, penyaluran air bersih diharapkan dapat meringankan beban warga sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama menghadapi dampak musim kemarau.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama membantu masyarakat yang berada di wilayah terdampak kekeringan, sehingga kebutuhan air bersih warga tetap dapat terpenuhi.
Bakti sosial air bersih disambut gembira oleh warga Dusun Gerit mengaku, Aulia Moratus (25) mengaku, sebelum adanya bantuan distribusi air bersih dari Kodim 0810/Nganjuk, mereka harus membeli air kepada pemilik sumur bor yang ada di wilayah setempat.
Kondisi tersebut cukup memberatkan warga, terutama bagi keluarga yang membutuhkan air dalam jumlah banyak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Selama ini kalau membutuhkan air bersih kami harus membeli dari pemilik sumur bor. Kalau ada bantuan seperti ini tentu sangat membantu warga,” ungkap Aulia.
Warga berharap distribusi air bersih dapat dilakukan secara berkelanjutan selama musim kemarau. Sebab, keterbatasan sumber air membuat masyarakat harus mencari berbagai cara agar kebutuhan air untuk memasak, minum, mandi, dan keperluan rumah tangga lainnya tetap terpenuhi.
Bantuan 15.000 liter air bersih dari Kodim 0810/Nganjuk pun disambut warga dengan penuh antusias. Mereka berharap persoalan kekurangan air bersih di wilayah tersebut segera mendapatkan solusi jangka panjang.
Warga Dusun Gerit berharap bantuan air bersih tersebut dapat terus dilakukan secara berkelanjutan selama musim kemarau. Pasalnya, hingga kini ketersediaan air bersih masih menjadi persoalan bagi masyarakat setempat.
Aulia mengaku sangat terbantu dengan distribusi air dari Kodim 0810/Nganjuk. Bantuan tersebut setidaknya dapat mengurangi beban warga yang sebelumnya harus membeli air dari pemilik sumur bor untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Warga berharap pemerintah daerah bersama TNI dan pihak terkait dapat terus memberikan bantuan hingga kondisi sumber air kembali normal.
“Harapannya bantuan air bersih ini terus ada selama musim kemarau, karena kami masih kesulitan mendapatkan air,” ujar Aulia.
Masyarakat juga berharap persoalan kekeringan tidak hanya ditangani melalui bantuan air bersih, tetapi ke depan ada solusi jangka panjang agar warga Dusun Gerit tidak lagi mengalami kesulitan air setiap musim kemarau.***









