HEADTOPIC.COM – Masyarakat di sejumlah wilayah Jawa Timur diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Berdasarkan pembaruan peringatan dini cuaca pada Senin, 2 November 2026 pukul 11.30 WIB, sejumlah daerah masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang.
Kondisi tersebut diperkirakan mulai terjadi sekitar pukul 12.00 WIB dan berpotensi meluas ke berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur.
Salah satu wilayah yang masuk dalam daerah potensi terdampak adalah Kabupaten Nganjuk. Hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Kecamatan Sawahan, Ngetos, Berbek, Loceret, Pace, Prambon, Ngronggot, Kertosono, Patianrowo, Baron, Tanjunganom, Sukomoro, Nganjuk, Bagor, Wilangan, Rejoso, Gondang, dan Lengkong.
Selain Nganjuk, potensi cuaca ekstrem juga mencakup wilayah Ponorogo, Trenggalek, Pacitan, Tulungagung, Blitar, Kediri, Malang, Lumajang, Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, Probolinggo, Pasuruan, Jombang, Madiun, Magetan, Ngawi, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik, Bangkalan, Sampang, Pamekasan hingga Sumenep.
Bahkan, sejumlah wilayah perkotaan seperti Kota Kediri, Kota Blitar, Kota Malang, Kota Madiun, Kota Surabaya, dan Kota Batu juga masuk dalam cakupan potensi hujan sedang hingga lebat.
Masyarakat diminta mewaspadai dampak yang dapat ditimbulkan, seperti genangan air, banjir, pohon tumbang, jalan licin, hingga potensi tanah longsor, khususnya di kawasan perbukitan dan daerah rawan bencana.
Pengendara kendaraan bermotor juga diimbau berhati-hati saat berkendara ketika hujan deras disertai angin kencang. Warga yang tinggal di sekitar aliran sungai dan wilayah rawan longsor diharapkan meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan peningkatan debit air maupun pergerakan tanah.
Peringatan dini ini merupakan informasi potensi cuaca, sehingga masyarakat diimbau terus memantau perkembangan informasi resmi dari BMKG dan mengikuti arahan petugas setempat.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Juanda Sidoarjo Taufik Hermawan, dalam siaran Pers nya mengatakan, mengimbau masyarakat di wilayah Jawa Timur untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang.
Peringatan dini tersebut diperbarui pada Senin, 2 November 2026 pukul 11.30 WIB. Berdasarkan informasi nowcasting BMKG, potensi hujan mulai terjadi sekitar pukul 12.00 WIB dan dapat meluas ke puluhan kabupaten dan kota di Jawa Timur.
BMKG mengingatkan bahwa kondisi cuaca ekstrem dapat menimbulkan sejumlah dampak, di antaranya genangan air, banjir lokal, pohon tumbang, hingga tanah longsor, terutama di wilayah yang memiliki kondisi geografis rawan bencana.
“Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan diminta memperhatikan perkembangan cuaca. Ketika terjadi hujan disertai petir, masyarakat disarankan segera mencari tempat berlindung yang aman dan menghindari berteduh di bawah pohon maupun dekat tiang listrik,”ujar Taufik.
Pengendara kendaraan bermotor juga diminta mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, serta menghindari melintasi jalan yang tergenang banjir.
Selain itu warga yang tinggal di kawasan perbukitan dan lereng pegunungan untuk mewaspadai kemungkinan longsor, terutama apabila hujan turun dengan intensitas tinggi dalam durasi cukup lama.
Informasi peringatan dini cuaca merupakan prakiraan jangka pendek atau nowcasting yang terus diperbarui mengikuti perkembangan kondisi atmosfer.
Masyarakat diharapkan tidak mengabaikan peringatan dini dan selalu mengikuti informasi resmi BMKG melalui situs www.bmkg.go.id maupun kanal informasi resmi BMKG.***




















