Presiden Prabowo Dikabarkan Copot Kepala BGN? Ini Faktanya

oleh

Baca informasi lengkap di HeadTopic.

HEADTOPIC.COM –  Isu mengenai Presiden Prabowo Subianto mencopot Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, kembali beredar di sejumlah platform media sosial dan grup percakapan. Namun hingga Selasa 2 Juni 2026, belum terdapat keputusan resmi yang menunjukkan bahwa Kepala BGN telah diberhentikan dari jabatannya.

Sejumlah sumber resmi justru menunjukkan bahwa Dadan Hindayana masih aktif menjalankan tugas sebagai Kepala BGN dan beberapa kali melaporkan perkembangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada Presiden Prabowo. Pada September 2025, Presiden bahkan menerima laporan langsung dari Kepala BGN terkait percepatan pelaksanaan program MBG di berbagai daerah.

Isu pencopotan Kepala BGN mencuat setelah berbagai kritik terhadap pelaksanaan program MBG, termasuk sorotan terhadap sejumlah pengadaan barang dan jasa di lingkungan BGN.

Beberapa organisasi masyarakat dan pengamat bahkan mendesak Presiden Prabowo untuk mengevaluasi atau mencopot jajaran pimpinan BGN. Namun desakan tersebut masih berupa tuntutan dari kelompok masyarakat dan bukan keputusan resmi pemerintah.

Pada Mei 2026, Dadan Hindayana juga sempat menanggapi isu dirinya dicopot dengan menegaskan bahwa ia tetap fokus menjalankan amanah Presiden dan melanjutkan program MBG yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah.

Sebelumnya, Presiden Prabowo juga memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program MBG dan meminta percepatan penyaluran manfaat kepada masyarakat. Dalam berbagai kesempatan, Presiden menekankan pentingnya integritas serta tata kelola yang baik di lingkungan BGN.

Dengan demikian, hingga saat ini tidak ada informasi resmi yang menyatakan Presiden Prabowo telah mencopot Kepala BGN Dadan Hindayana. Masyarakat diimbau mengacu pada pengumuman resmi pemerintah dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

Rekomendasi

Sementara baru-baru ini, Presiden Prabowo Subianto resmi mencopot Dadan Hindayana dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (Kepala BGN). Seperti diketahui, BGN merupakan lembaga yang menjadi ujung tombak pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Keputusan tersebut diumumkan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Istana Kepresidenan, Selasa (2/6/2026). Sontak, pencopotan tersebut menyedot perhatian hingga menuai pertanyaan sebagian public terkaiat penyebab Dadan dicopot Presiden Prabowo dari Kepala BGN.

Dalam hal ini, Mensesneg Prasetyo Hadi jelaskan, bahwa keputusan pergantian pimpinan diambil setelah pemerintah melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kinerja lembaga tersebut selama lebih dari satu tahun. “Selama kurang lebih 1,5 tahun melakukan monitoring, melakukan evaluasi, maka pada hari ini, Selasa 2 Juni 2026, Bapak Presiden memutuskan melakukan pergantian pimpinan BGN. Pertama, saudara Dadan Hindayana sebagai kepala BGN. Disertai ucapakan terima kasih,” ucap Mensesneg Prasetyo Hadi dalam jumpa pers di Istana.

Dadan diketahui menjabat sebagai Kepala BGN sejak dilantik pada 19 Agustus 2024. Saat itu, pelantikannya dilakukan oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo, beberapa bulan sebelum pergantian pemerintahan kepada Prabowo Subianto. “Bapak presiden terus melakukan monitoring yang pada akhirnya melakukan evaluasi terhadap seluruh kinerja kabinet termasuk kinerja Badan Gizi Nasional,” tegasnya.

“Tentu di dalam proses evaluasi tersebut, bapak presiden mendengarkan dan mendapatkan masukan dari berbagai pihak baik dari kementerian terkait dan masyarakat,” jelas Mensesneg Prasetyo Hadi.

Profil Lengkap Dadan Hindayana Dadan dikenal sebagai entomologis Indonesia dari kampus IPB. Di dunia akademisi, nama Prof Dadan cukup terkenal. Karya tulisnya kerap masuk dalam jurnal-jurnal science.

Sebelum masuk pemerintahan, Dadan mengajar di Departemen Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian IPB dan menekuni bidang entomologi atau ilmu yang mempelajari serangga. Pria kelahiran Garut, Jawa Barat, 10 Juli 1967 itu menyelesaikan pendidikan sarjana di IPB pada 1990.

Setelah itu, ia melanjutkan studi magister di University of Bonn, Jerman, dan meraih gelar doktor di Leibniz Universität Hannover, Jerman, dengan fokus pada bidang entomologi terapan.***

Gabung Channel WhatsApp