Penjualan Hewan Kurban di Nganjuk Lesu, Lapak Kambing Mendominasi Pinggir Jalan, Sapi Tak Terlihat

oleh

HEAD TOPIC.COM – Penjualan hewan kurban di Nganjuk lesu, terlihat di pinggir jalan hanya lapak pedagang kambing sementara sapi jarang. Kondisi tersebut tampak dari banyaknya lapak kambing yang berdiri di pinggir jalan, sementara lapak penjualan sapi kurban justru jarang terlihat seperti tahun-tahun sebelumnya.

Di sejumlah titik jalur utama Nganjuk – Kediri terlihat hanya para pedagang kambing mulai membuka lapak sederhana dengan jumlah hewan yang tidak terlalu banyak. Namun keberadaan pedagang sapi kurban terlihat minim.

Pemandangan lapak pedagang hewan kurban terlihat berbeda seperti tahun lalu, juga terjadi terjadi di sejumlah ruas jalan di tengah kota maupun pinggir jalan arteleri lainnya.

Beberapa lokasi yang biasanya dipenuhi kandang sapi sementara kini tampak kosong atau hanya diisi beberapa ekor saja.

Sejumlah pedagang mengaku kondisi ekonomi masyarakat menjadi salah satu penyebab menurunnya minat pembelian sapi kurban. Harga sapi yang relatif tinggi membuat sebagian warga maupun panitia masjid memilih beralih ke kambing atau patungan dalam jumlah terbatas.

“Kalau dulu banyak yang cari sapi sejak jauh hari, sekarang masih sepi. Yang banyak lewat lihat-lihat saja,” ujar Suhardi salah satu pedagang hewan kurban di kawasan jalan nasional Nganjuk.

Selain faktor daya beli, biaya perawatan dan pakan ternak yang terus meningkat juga membuat pedagang lebih berhati-hati mendatangkan sapi dalam jumlah besar. Mereka khawatir hewan tidak segera terjual hingga mendekati hari pelaksanaan kurban.

Fenomena lesunya penjualan sapi kurban ini juga memunculkan perubahan pola perdagangan musiman di pinggir jalan. Jika sebelumnya lapak sapi menjadi pemandangan dominan menjelang Idul Adha, kini lapak kambing justru lebih mudah ditemukan karena modal usaha dinilai lebih ringan dan perputaran penjualan lebih cepat.

Meski demikian, para pedagang tetap berharap kondisi pasar akan membaik mendekati hari raya. Mereka optimistis masih ada pembeli yang datang pada hari-hari terakhir menjelang penyembelihan hewan kurban.

Di sisi lain, peternak lokal berharap adanya dukungan pemerintah untuk menjaga stabilitas harga ternak dan membantu pemasaran hewan kurban agar sektor peternakan rakyat tetap bertahan di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.***