Kontes Kambing di Nganjuk Dinilai Hanya Ajang Pameran, Belum Kuat Dongkrak Ekonomi Peternak

oleh

HEAD TOPIC.COM – Gelaran Kontes Ternak Kambing Seni Peranakan Ettawa (PE) Ras Kaligesing Bupati Cup Nganjuk 2026 berlangsung meriah di GOR Bung Karno Nganjuk. Ratusan peternak dari berbagai daerah datang membawa kambing unggulan untuk dipamerkan dalam ajang bergengsi tersebut.

Namun di balik kemeriahan kontes muncul pandangan bahwa kegiatan tersebut masih sebatas ajang pamer gengsi peternak dan belum mampu memberikan dampak signifikan terhadap penguatan ekonomi masyarakat bawah, khususnya peternak kecil di desa-desa.

Sejumlah peternak menilai biaya perawatan kambing kontes jauh lebih besar dibanding keuntungan yang diperoleh. Mulai pakan khusus, perawatan tubuh, vitamin, hingga transportasi menuju arena lomba membutuhkan biaya tinggi. Sementara hasil penjualan kambing biasa di tingkat peternak rakyat masih stagnan dan tidak ikut terdongkrak.

“Yang ramai hanya saat acara berlangsung. Setelah itu harga kambing biasa tetap saja,” ujar salah satu peternak yang hadir di lokasi.

Kontes kambing memang disebut pemerintah daerah sebagai sarana edukasi dan promosi sektor peternakan. Pemerintah Kabupaten Nganjuk berharap lahir bibit unggul serta peningkatan kualitas peternakan daerah melalui kegiatan tersebut.

Bahkan dalam berbagai pemberitaan disebutkan kambing PE memiliki nilai ekonomi tinggi dari sisi daging, susu, hingga kerajinan kulit dan bulu. Pemerintah juga menilai sektor peternakan dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi kerakyatan di Nganjuk.

Meski demikian, sebagian masyarakat menilai manfaat ekonomi kontes masih lebih banyak dirasakan kalangan peternak elite dan pemilik ternak mahal. Peternak kecil justru menghadapi persoalan klasik seperti mahalnya pakan, lemahnya akses pasar, hingga minimnya kestabilan harga jual ternak.

Fenomena ini membuat kontes kambing lebih terlihat sebagai panggung prestise dan hiburan tahunan ketimbang solusi konkret penguatan ekonomi peternak rakyat. Terlebih daya beli masyarakat terhadap hewan ternak menjelang Iduladha tahun ini juga disebut mulai melemah dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Jika tidak dibarengi kebijakan nyata seperti bantuan pakan, akses permodalan, stabilisasi harga ternak, hingga penguatan pasar susu kambing dan produk turunannya, maka kontes ternak dikhawatirkan hanya menjadi acara seremonial tanpa efek besar terhadap kesejahteraan peternak kecil di Kabupaten Nganjuk.

Kontes Kambing PE Regional Jawa Meriahkan Bupati Cup Nganjuk 2026

Kontes Ternak Kambing Seni Peranakan Ettawa (PE) Ras Kaligesing Tingkat Regional Jawa  Bupati Cup Nganjuk 2026 berlangsung meriah di Lapangan GOR Bung Karno Nganjuk, Minggu (24/5/2026). Kegiatan yang digelar oleh Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk ini diikuti peternak dari berbagai daerah di Pulau Jawa dan menjadi ajang unjuk kualitas bibit unggul kambing PE sekaligus sarana edukasi pengembangan peternakan.

Acara dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Nganjuk, Nur Solekan mewakili Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kontes ini bukan hanya perlombaan, tetapi juga wadah untuk meningkatkan kualitas peternakan kambing PE di Kabupaten Nganjuk.

Ia menegaskan bahwa kambing PE memiliki nilai ekonomi tinggi, baik dari sektor daging, susu, maupun hasil olahan lainnya.

Dalam pelaksanaan lomba, panitia mempertandingkan beberapa kategori mulai Kelas A hingga Kelas E untuk jantan dan betina. Seekor kambing PE jantan bernama “Kaisar” milik Etawa Farm asal Tulungagung berhasil meraih Juara I Kelas A Jantan dengan nilai tertinggi 247 poin.

Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro turut hadir menyerahkan trofi dan penghargaan kepada para pemenang serta meninjau stand pameran peternakan yang menampilkan berbagai potensi unggulan daerah.

Kegiatan ini juga dihadiri perwakilan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, akademisi perguruan tinggi, organisasi peternak kambing dan domba, serta pelaku usaha peternakan.

Pemerintah Kabupaten Nganjuk berharap melalui kontes ini lahir bibit-bibit unggul baru sekaligus mendorong sektor peternakan terus berkembang sebagai penggerak ekonomi masyarakat dan penguat ketahanan pangan daerah.