Gerebek Gudang BBM Ilegal di Joho Pace, Polres Nganjuk Amankan 4 Tersangka dan 3.600 Liter Solar

oleh

HEAD TOPIC.COM – Aparat Satreskrim Polres Nganjuk berhasil menggerebek sebuah gudang penimbunan bahan bakar minyak (BBM) solar subsidi ilegal di Desa Joho, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk, Selasa (26/5/2026) dini hari.

Dalam penggerebekan tersebut, polisi mengamankan empat orang tersangka beserta ribuan liter solar subsidi yang diduga hendak diedarkan secara ilegal.

Penggerebekan dilakukan sekitar pukul 00.30 WIB oleh Unit Pidana Khusus (Pidsus) bersama Satresmob Polres Nganjuk setelah petugas melakukan penyelidikan terhadap aktivitas mencurigakan di lokasi gudang.

Kasi Humas AKP Fajar Kurniadhi membenarkan peristiwa penggerebekan yang di lakukan Satresmob bersama Unit Pidana Khusus (Pidsus) Polres Nganjuk.” Penggerebekan tersebut polisi berhasil menyita dua unit truk yang telah dimodifikasi, selang penyalur BBM, alat penyedot, serta sekitar 3.600 liter BBM subsidi jenis solar.

“Penggerebekan oleh Unit Pidsus bersama Satresmob Polres Nganjuk, pada  pukul 00.30 WIB. ketika para pelaku tengah beraktivitas yaitu di sebuah di Desa Joho,Kecamatan Pace,”jelas Fajar.

Selain barang bukti dua truk yang telah di modifikasi dan BBM jenis solar sebanyak 3,600 liter, polisi juga mengamankan empat orang pelaku yaitu inisial S warga Karangjati, Ngawi, A asal Madiun, O warga Grobokan dan U asal Semarang.

“Keempat pelaku sebelum di tetapkan sebagai tersangka, di lakukan pemeriksaan secara intensif oleh Unit Pidsus. Setelah pemeriksaan di nyatakan lengkap ke empat pelaku S,A,O dan U ,kini telah di tetapkan sebagai tersangka,”ujar Fajar.

Menurut Fajar, para pelaku menjalankan praktik pengumpulan solar subsidi dari sejumlah SPBU menggunakan kendaraan yang telah dimodifikasi, lalu menimbunnya di gudang sebelum dijual kembali dengan harga lebih tinggi.

Kasus ini masih terus dikembangkan guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan distribusi BBM ilegal yang lebih luas di wilayah Nganjuk maupun luar daerah.

“Polisi juga menelusuri aliran distribusi serta pihak-pihak lain yang diduga terlibat dalam praktik penyalahgunaan BBM subsidi tersebut,” pungkas Fajar.***