HEADTOPIC.COM – Hujan pertama yang mengguyur kawasan Malang Selatan setelah periode cuaca kering membawa dampak serius. Sejumlah kawasan dilaporkan dilanda tanah longsor menyusul turunnya hujan dengan intensitas cukup tinggi.
Kondisi geografis Malang Selatan yang didominasi perbukitan dan tebing menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai ketika hujan mulai turun. Tanah yang sebelumnya mengalami kekeringan berpotensi menjadi labil setelah diguyur hujan deras.
Peristiwa longsor tersebut menjadi peringatan bagi masyarakat, khususnya warga yang tinggal di sekitar lereng, tebing, maupun jalur jalan yang berada di kawasan perbukitan.
Material tanah dan bebatuan yang longsor berpotensi menutup akses jalan, mengganggu aktivitas warga, bahkan membahayakan pengguna jalan yang melintas.
Longsor Melanda Tiga Desa di Tirtoyudo
Berdasarkan laporan kejadian pada Sabtu (31/10/2026), longsor terjadi di tiga desa di Kecamatan Tirtoyudo, yakni Desa Tlogosari.Desa Gadungsari dan Desa Tirtoyudo.
Hujan deras mulai mengguyur kawasan tersebut sekitar pukul 01.00 WIB. Sekitar pukul 04.00–05.00 WIB, sejumlah titik mengalami longsor, amblesan jalan, hingga luapan air bercampur lumpur.
Dampaknya cukup serius. Sejumlah akses jalan penghubung antardusun terputus, sementara puluhan rumah warga terdampak material longsoran dan aliran lumpur.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menyampaikan bahwa hingga laporan awal diterima, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Petugas BPBD bersama TNI, Polri, pemerintah desa, PMI, dan masyarakat setempat melakukan penanganan serta pembersihan material longsor. Kebutuhan alat berat dan bantuan logistik juga menjadi perhatian dalam penanganan bencana.
Longsor Juga Terjadi di Ampelgading dan Dampit
Selain Tirtoyudo, laporan longsor juga muncul dari Kecamatan Ampelgading. Dua desa yang terdampak adalah Desa Tirtomarto dan Desa Wirotaman. Material longsoran mengenai tiga rumah warga dengan tingkat kerusakan ringan hingga sedang.
Sementara di Kecamatan Dampit, tepatnya Dusun Kampungselang, Desa Baturetno, bahu jalan ambrol sekitar 15 meter dan ditemukan retakan tanah sepanjang kurang lebih 20 meter.
Warga Diminta Waspada Longsor Susulan
Rangkaian kejadian tersebut menjadi peringatan bagi masyarakat Malang Selatan, terutama warga yang tinggal di kawasan perbukitan dan dekat tebing.
Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan ketika hujan deras turun dalam durasi panjang. Retakan tanah, pohon atau tiang yang mulai miring, serta munculnya rembesan air dari lereng perlu diwaspadai sebagai tanda potensi pergerakan tanah.
BPBD masih melakukan pemantauan dan pendataan dampak bencana. Kondisi di lapangan juga masih memungkinkan adanya perubahan data kerusakan.***




















