HEADTOPIC.COM – Rasa penasaran berujung petaka. Dua bocah di Kabupaten Nganjuk mengalami luka akibat ledakan benda mencurigakan yang sebelumnya ditemukan di sebuah tas berwarna biru di area Vila Garas, Desa Mlorah, Kecamatan Rejoso.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula pada Rabu, 3 Juni 2026 sekitar pukul 15.00 WIB. Tiga anak berinisial DF, EY, dan MA sedang mencari bunglon di depan Vila Garas, Desa Mlorah, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk.
Saat berada di lokasi, salah seorang dari mereka melihat sebuah tas berwarna biru yang berada di atas plafon bangunan. Karena penasaran, ketiganya kemudian naik untuk memeriksa isi tas tersebut.
Tas itu dibuka oleh DF. Di dalamnya ditemukan sejumlah barang, antara lain uang logam pecahan Rp500, sebuah headset warna hitam, serta dua benda mencurigakan. Salah satu benda berbentuk bulat seukuran baterai, sedangkan benda lainnya berukuran sekitar segenggam tangan.
Kedua benda tersebut diketahui terbungkus plastik putih dan dililit lakban merah. Pada bungkusan itu juga terdapat tulisan “Jangan Dibanting”.
Setelah melihat isi tas, ketiganya kembali menutup resleting tas dan mengembalikannya ke tempat semula sebelum pulang ke rumah masing-masing.
Keesokan harinya, Kamis, 4 Juni 2026 sekitar pukul 12.00 WIB, di depan rumah MA, anak tersebut menceritakan temuannya kepada RF. Saat itu beberapa teman lainnya juga berada di lokasi.
Mendengar cerita tersebut, DF yang turut berada di tempat kejadian kemudian mengajak RF untuk melihat langsung benda yang sebelumnya ditemukan di Vila Garas. Setelah itu, MA pergi mengikuti kegiatan les seperti biasa.
Namun, sekitar pukul 15.00 WIB, kabar mengejutkan muncul. DF (12) dan RF (13), yang keduanya berasal dari wilayah Kecamatan Rejoso, dilaporkan menjadi korban ledakan dari benda yang sebelumnya ditemukan di dalam tas tersebut.
Peristiwa ledakan yang mengakibatkan dua bocah mengalami luka di wilayah Kabupaten Nganjuk dibenarkan oleh pihak kepolisian.
Kasi Humas Polres Nganjuk AKP Fajar Kurniadi menyampaikan, bahwa kejadian tersebut saat ini masih dalam proses penyidikan lebih lanjut untuk mengetahui pasti asal-usul dan jenis bahan peledak yang menyebabkan insiden tersebut.
Menurut informasi yang dihimpun, ledakan terjadi setelah beberapa anak menemukan sebuah bungkusan mencurigakan dan berusaha membukanya karena rasa penasaran. Namun, bungkusan tersebut ternyata berisi benda yang diduga merupakan bom ikan sehingga meledak dan mengakibatkan dua anak mengalami luka-luka.
Kasi Humas Polres Nganjuk AKP Fajar membenarkan adanya kejadian tersebut dan menyatakan bahwa petugas telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan barang bukti, serta meminta keterangan sejumlah saksi.
“Benar telah terjadi ledakan yang mengakibatkan dua anak mengalami luka. Saat ini kasus masih dalam penanganan dan penyelidikan petugas,” ujar AKP Fajar Kasi Humas Polres Nganjuk, Sabtu 6 Juni 2026.
Lebih lanjut AKP Fajar menambahkan, berdasarkan hasil penyelidikan, di ketahui pemilik di duga bom ikan tersebut bernisial MS (24) warga asal Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan.
Akibat ledakan itu, kedua bocah mengalami luka dan segera mendapatkan penanganan medis. Peristiwa tersebut sontak menggegerkan warga sekitar dan memunculkan dugaan bahwa benda yang ditemukan anak-anak tersebut merupakan bahan berbahaya.***
