HEADTOPIC.COM – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di kawasan Gunung Wilis. Puluhan titik panas terpantau di kawasan puncak yang berada di wilayah perbatasan Kabupaten Nganjuk dan Ponorogo, Jawa Timur.
Kebakaran hutan dan lahan di gunung wilis terjadi sejak Minggu 12 September 2026. Hingga saat ini berdasarkan informasi titik panas semakin meluas.
Berdasarkan pemantauan BMKG Stasiun Geofisika Nganjuk, sebanyak 46 titik panas atau hotspot terdeteksi di kawasan Gunung Wilis. Data tersebut dilaporkan pada Rabu, 16 September 2026.
Dari jumlah tersebut, 8 titik berada di Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk. Sementara itu, 24 titik terpantau di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, dan 14 titik lainnya berada di Desa Krisik, Kecamatan Pudak, Kabupaten Ponorogo.
Pantauan pada malam hari juga menunjukkan adanya titik api di kawasan puncak Gunung Wilis. Visual kebakaran terpantau dari wilayah Nganjuk sekitar pukul 19.16 WIB.
Kondisi medan pegunungan yang terjal dan sulit dijangkau menjadi salah satu kendala dalam penanganan kebakaran. Sebelumnya, tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Perhutani, TNI, Polri dan unsur terkait telah melakukan pemantauan serta penanganan terhadap titik api di kawasan Gunung Wilis.
BNPB sebelumnya juga melaporkan karhutla di kawasan Gunung Wilis yang mencakup wilayah Nganjuk dan Kediri. Berdasarkan data BNPB, area terbakar sementara diperkirakan sekitar 5 hektare di Kabupaten Nganjuk dan 11 hektare di Kabupaten Kediri, dengan vegetasi terdampak antara lain serasah, ranting, rumput dan ilalang.
Munculnya puluhan titik panas tersebut menjadi perhatian karena kondisi kemarau dan cuaca panas dapat meningkatkan risiko api meluas. Petugas terus melakukan pemantauan untuk mengantisipasi perambatan kebakaran ke kawasan lain.
Masyarakat di sekitar lereng Gunung Wilis diimbau meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan apabila melihat kepulan asap maupun titik api di kawasan hutan.***




















