Baru Dua Bulan Diresmikan, Plafon Sekolah Rakyat Jombang Ambrol, Siswi Jadi Korban

Kondisi atap Sekolah Rakyat di Jombang setelah ambrol ( Ist)

HEADTOPIC.COM – Sebuah plafon pada atap gedung serbaguna Sekolah Rakyat terintregrasi 1 Jombang ambrol, Insiden ini menimpa seorang siswi terjadi pada Sabtu 12 September 2026.

Peristiwa ini berawal seorang siswi kelas VII A bernama Meyta Sevia Nuraini (13), sedang duduk di dalam gedung sebelum menunaikan salat duhur. Tiba-tiba, angin bertiup kencang. Plafon di atasnya runtuh dan menimpanya.

Bacaan Lainnya

Pantauan di lokasi menunjukkan sedikitnya tiga titik plafon rusak. Sebagian rangka baja atap juga ikut ambrol. Area kerusakan langsung dipasangi pita pengaman, sementara pekerja membersihkan material runtuhan.

Kepala Sekolah, Andik Minarto membenarkan peristiwa tersebut dan  memastikan korban sudah mendapat penanganan di UKS serta klinik mitra.

“Benar, dan kejadiannya sudah kami laporkan ke Kementerian PU agar lokasi disterilkan,” ujarnya.

Sementara ketua komisi C DPRD Jombang, M Zahrul Jihad, menilai insiden ini mencerminkan lemahnya kualitas pengerjaan proyek. “Kami sangat menyayangkan pembangunan tidak maksimal sehingga ada korban. Ini tanggung jawab pelaksana, karena masih masa pemeliharaan,” tegasnya.

Menurutnya, pengawas juga harus bertanggung jawab. “Tidak hanya pelaksana, pengawas juga. Bagaimana mengawasi proyek sampai atap itu ambrol,” tandasnya.

Zahrul menolak jika kejadian ini dikategorikan sebagai force majeure. “Ini bukan force majeure, tidak ada gempa atau bencana besar. Angin memang kencang, tapi seharusnya tidak sampai membuat plafon ambrol.”

Dengan nilai proyek ratusan miliar dan digarap kontraktor nasional, ia menduga ada indikasi pengerjaan kurang maksimal. “Sehingga ini ada indikasi pembangunan terkesan tidak maksimal,” pungkasnya.

Pembangunan Sekolah Rakyat di Jombang bagian dari paket lima Sekolah Rakyat di Jawa Timur oleh PT Waskita Karya. Nilai kontrak totalnya Rp 1,165 triliun untuk Gresik, Surabaya, Jombang, Sampang, dan Tuban.

Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Jombang mulai beroperasi 30 Juli 2026, menampung 270 siswa dengan sistem berasrama. Progres saat itu baru 92–95 persen.

Insiden ini terjadi hanya dua bulan setelah sekolah resmi digunakan. Kini, pertanyaan besarnya: apakah ini murni akibat angin, atau ada masalah serius dalam pengerjaan proyek?.***

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *