Pengamat: Pencopotan Purbaya Ibarat Terhenti di Tengah Jalan Tol

Pengamat: Pencopotan Purbaya Ibarat Terhenti di Tengah Jalan Tol (Ilustrasi)

HEADTOPIC.COM, JAKARTA – Pencopotan Purbaya Yudhi Sadewa dari posisi Menteri Keuangan dinilai menjadi keputusan yang mengundang perhatian, terlebih ketika pemerintah tengah menghadapi tantangan besar dalam menjaga stabilitas fiskal dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Seorang pengamat menilai pergantian pejabat di tengah proses kebijakan yang sedang berjalan ibarat kendaraan yang tiba-tiba berhenti di tengah jalan tol.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, pergantian menteri sebenarnya merupakan hak prerogatif presiden. Namun, dari sisi kebijakan, pergantian tersebut tetap harus mempertimbangkan kesinambungan program dan arah ekonomi yang sedang dibangun.

“Pencopotan Purbaya ini ibarat kendaraan yang sedang melaju di jalan tol, tetapi tiba-tiba berhenti di tengah jalan. Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana memastikan perjalanan kebijakan tetap sampai pada tujuan,” ujar pengamat.

Ia mengatakan, Menteri Keuangan memiliki posisi strategis karena berhadapan langsung dengan persoalan fiskal, penerimaan negara, belanja pemerintah, utang, hingga koordinasi kebijakan ekonomi.

Karena itu, pergantian menteri tidak cukup hanya dilihat dari sosok yang diganti dan penggantinya. Pemerintah juga perlu menjelaskan kepada publik mengenai alasan pergantian serta memastikan kebijakan fiskal tetap berjalan tanpa menimbulkan ketidakpastian.

Pengamat tersebut menilai, tantangan berikutnya adalah bagaimana Menteri Keuangan baru dapat segera beradaptasi dan meneruskan program yang telah berjalan.

“Jangan sampai pergantian orang justru membuat kebijakan kehilangan momentum. Yang harus dijaga adalah kesinambungan, kepastian dan kepercayaan pasar,” katanya.

Pergantian Purbaya pun diperkirakan akan menjadi perhatian publik, terutama karena kebijakan fiskal pemerintah saat ini menyentuh langsung kepentingan masyarakat, dunia usaha dan pemerintah daerah.

Dengan demikian, pergantian Menteri Keuangan bukan sekadar persoalan pergantian jabatan, tetapi juga menyangkut arah perjalanan kebijakan ekonomi nasional ke depan.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *