HEADTOPIC.COM – Dinamika mutasi di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali menjadi perhatian publik. Di tengah pergeseran sejumlah pejabat strategis, nama Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Budi Hermanto masih tercatat menjalankan tugas sebagai Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya.
Budi Hermanto menjadi salah satu pejabat yang berada di garis depan komunikasi kepolisian dengan masyarakat. Dalam kapasitasnya sebagai Kabid Humas, ia menyampaikan informasi resmi, memberikan keterangan kepada media, serta menjelaskan kebijakan dan langkah kepolisian dalam merespons berbagai persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Keberadaannya di jabatan tersebut di tengah dinamika mutasi Polri menjadi perhatian, terutama ketika sejumlah posisi strategis mengalami pergantian.
Mutasi Kapolri, Sejumlah Jabatan Strategis Bergeser
Polri melakukan mutasi terhadap 199 perwira tinggi dan perwira menengah berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2251/X/KEP/2026 tertanggal 10 Oktober 2026. Sejumlah jabatan strategis mengalami pergantian, termasuk Wakabaintelkam, Kakorlantas, serta beberapa posisi kepala kepolisian daerah.
Sebelumnya, pada 2 Oktober 2026, Polri juga menerbitkan surat telegram mutasi terhadap 88 personel. Perubahan tersebut turut menyentuh sejumlah jabatan di lingkungan Polda Metro Jaya.
Rangkaian mutasi ini menunjukkan bahwa penyegaran organisasi dan pembinaan karier terus berlangsung di tubuh Polri. Namun, pergantian jabatan tidak selalu mencakup seluruh pejabat dalam satu institusi.
Dalam perkembangan informasi resmi yang tersedia, Budi Hermanto masih menjalankan fungsi Kabid Humas Polda Metro Jaya.
Mengawali Karier dari Akpol 2000
Rekam jejak Budi Hermanto di kepolisian dimulai setelah menempuh pendidikan di Akademi Kepolisian (Akpol) dan lulus pada 2000. Ia kemudian menjalani sejumlah penugasan di bidang operasional, reserse, hingga kepemimpinan kewilayahan.
Berdasarkan informasi, Budi pernah bertugas di Polda Jambi, menjadi perwira di lingkungan Akpol, serta menduduki sejumlah jabatan di bidang reserse Polda Metro Jaya. Ia juga pernah menjabat Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan.
Pada 2017, Budi dipercaya menjabat Kapolres Batu di Jawa Timur. Dua tahun kemudian, ia mendapat penugasan sebagai Kapolres Blitar. Setelah itu, ia bertugas di Polda Kalimantan Selatan sebagai Wakil Direktur Reserse Narkoba dan kemudian Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus.
Kapolresta Malang Kota hingga Dirreskrimsus Polda Jatim
Pada 2021, Budi dipercaya memimpin Polresta Malang Kota. Selama menjabat, sejumlah program pelayanan publik dan inovasi kepolisian menjadi bagian dari aktivitas institusi yang dipimpinnya.
Misalnya, pernah memberitakan inovasi aplikasi Apel Batu yang dikembangkan ketika Budi menjabat Kapolres Batu. Aplikasi tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat dan wisatawan memperoleh informasi, termasuk lokasi fasilitas umum dan destinasi kuliner.
Setelah lebih dari tiga tahun memimpin Polresta Malang Kota, Budi mendapat penugasan baru sebagai Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Jawa Timur pada 2024. Perpindahan tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2098/IX/KEP/2024.
Jabatan tersebut menempatkannya pada bidang penegakan hukum yang berkaitan dengan tindak pidana khusus, termasuk perkara yang membutuhkan penanganan penyidikan dan analisis kompleks.
Dipercaya Menjadi Kabid Humas Polda Metro Jaya
Pada September 2025, Budi kembali mengalami pergeseran jabatan. Setelah bertugas sebagai Kasubdit III Ditipidsiber Bareskrim Polri, ia dipercaya menjadi Kabid Humas Polda Metro Jaya.
Penunjukan tersebut berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2134/IX/KEP/2025 tertanggal 19 September 2025, sebagaimana diberitakan media online.
Sebagai Kabid Humas, Budi memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi resmi kepolisian kepada masyarakat. Tugas itu mencakup memberikan keterangan pers, mengklarifikasi informasi yang berkembang, serta menjelaskan langkah pengamanan dan pelayanan kepolisian.
Dalam sejumlah keterangan resmi sepanjang 2026, Budi menyampaikan kebijakan Polda Metro Jaya terkait pelayanan aksi penyampaian pendapat, pengamanan kegiatan masyarakat, dan komunikasi langsung dengan warga. Pada Juni 2026, misalnya, ia turut menjelaskan kegiatan penyerapan aspirasi masyarakat melalui program Jakarta On The Spot.
Tetap Bertugas di Tengah Mutasi Polri
Mutasi Polri pada Oktober 2026 kembali menggeser sejumlah pejabat. Surat Telegram Nomor ST/2251/X/KEP/2026 tertanggal 10 Oktober 2026 mencakup 199 personel, sementara telegram lain pada 12 Oktober 2026 memuat perubahan jabatan terhadap sejumlah perwira di berbagai satuan.
Di tengah rangkaian perubahan tersebut, informasi resmi Polda Metro Jaya yang terbit pada 2026 masih mencantumkan Budi Hermanto sebagai Kabid Humas. Namun, status jabatan perlu terus merujuk pada surat telegram terbaru dan pengumuman resmi Polri agar tidak keliru dalam menyimpulkan hasil mutasi.
Dengan demikian, perjalanan karier Budi memperlihatkan pengalaman di beberapa bidang, mulai dari reserse, kepemimpinan kepolisian daerah, penanganan perkara khusus, hingga komunikasi publik.
Perjalanan tersebut sekaligus menjadi gambaran dinamika penugasan perwira Polri. Setiap perpindahan jabatan membawa ruang lingkup tanggung jawab yang berbeda, dengan tuntutan profesionalisme, akuntabilitas, dan pelayanan kepada masyarakat.***

























