Perang Iran Picu Kekurangan Amunisi AS, Inspektur Jenderal Pentagon Ungkap Stok Strategis Menipis

Perang Iran Picu Kekurangan Amunisi AS, Inspektur Jenderal Pentagon Ungkap Stok Strategis Menipis (reuter)

HEADTOPIC.COM – Perang Amerika Serikat melawan Iran mulai berdampak serius terhadap persediaan persenjataan militer AS. Laporan Inspektur Jenderal Departemen Pertahanan AS mengungkap bahwa penggunaan amunisi dalam operasi militer terhadap Iran telah menyebabkan kekurangan persediaan strategis sekaligus membuka sejumlah hambatan dalam industri pertahanan untuk mengisi kembali stok.

Laporan yang disampaikan kepada Kongres tersebut mencakup periode 28 Februari hingga 30 Juni 2026. Dalam periode itu, biaya Operation Epic Fury diperkirakan mencapai US$33,4 miliar, dengan sekitar US$22,3 miliar digunakan untuk amunisi.

Bacaan Lainnya

Inspektur Jenderal Pentagon menyebut penggunaan amunisi dalam operasi tersebut telah menimbulkan strategic inventory shortfalls atau kekurangan persediaan strategis. Kondisi itu juga memperlihatkan adanya hambatan pada basis industri pertahanan AS dalam memasok kembali persenjataan yang telah digunakan.

Sejumlah hambatan utama berada pada produksi motor roket padat, ketersediaan bahan peledak dan propelan berkualitas tinggi, serta keterbatasan tenaga kerja manufaktur yang memiliki keterampilan khusus.

Pentagon kini berupaya mempercepat proses pengadaan dan produksi, sekaligus menimbun material, komponen, serta sejumlah jenis amunisi penting untuk menghadapi kemungkinan konflik berikutnya. Namun, laporan tersebut menegaskan bahwa peningkatan kapasitas industri pertahanan membutuhkan waktu yang cukup panjang.

Besarnya konsumsi persenjataan selama perang juga memunculkan perhatian terhadap kesiapan militer AS menghadapi konflik lain. Sejumlah analisis pertahanan menyoroti risiko terhadap kemampuan Amerika Serikat mempertahankan persediaan senjata untuk menghadapi konflik dengan kekuatan besar lain.

Di sisi lain, Presiden Donald Trump sebelumnya berulang kali menyatakan bahwa persediaan amunisi Amerika Serikat masih sangat besar. Pernyataan tersebut kini berhadapan dengan temuan resmi Inspektur Jenderal Pentagon mengenai adanya kekurangan persediaan strategis.

Laporan Inspektur Jenderal ini menjadi salah satu gambaran paling komprehensif mengenai dampak perang Iran terhadap persediaan senjata dan kapasitas industri pertahanan Amerika Serikat.

Sementara itu, laporan Congressional Budget Office (CBO) yang dirilis 15 September memperkirakan biaya perang telah mencapai sekitar US$38 miliar hingga 1 Agustus 2026, dengan kebutuhan biaya yang dapat bertambah hingga miliaran dolar setiap bulan apabila konflik berlanjut.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *