HEADTOPIC.COM – Gelombang tekanan politik di Amerika Serikat terhadap kebijakan Presiden Donald Trump semakin menguat. Kongres AS menghadapi desakan untuk mengakhiri konflik militer dengan Iran sekaligus mengevaluasi kebijakan tarif perdagangan yang memicu ketegangan ekonomi internasional.
Dua persoalan besar tersebut kini menjadi perhatian publik dunia. Kebijakan perang dinilai membawa risiko keamanan dan ekonomi, sementara perang tarif berpotensi memperburuk hubungan dagang Amerika Serikat dengan sejumlah negara.
Namun, perlu diluruskan bahwa belum ada satu RUU yang dipastikan sekaligus mengakhiri perang Iran dan perang tarif. Kedua persoalan tersebut ditangani melalui jalur legislasi yang berbeda.
Di sektor militer, DPR AS pada 15 September 2026 menyetujui resolusi H.Con.Res. 93 dengan perolehan suara 220 berbanding 204. Resolusi tersebut mengarahkan pemerintah untuk menarik pasukan AS dari permusuhan terhadap Iran, kecuali tindakan pertahanan tertentu atau jika Kongres memberikan otorisasi perang.
Resolusi Perang Iran Masih Harus Melewati Senat
Meski telah disetujui DPR, resolusi penghentian perang Iran belum otomatis berlaku. Dokumen resmi Kongres menunjukkan H.Con.Res. 93 diteruskan ke Senat pada 16 September 2026 dan masih harus melalui proses pembahasan.
Sebelumnya, upaya serupa juga menghadapi penolakan di Senat. Reuters melaporkan pada 23 Juli 2026, DPR menyetujui resolusi pembatasan kewenangan perang Trump dengan suara 214–208, tetapi Senat menolak melanjutkan resolusi sejenis melalui pemungutan suara 49–47.
RUU End Trump’s Tariff Tax Act Bidik Perang Dagang
Di bidang perdagangan, sejumlah senator Demokrat mengajukan RUU bernama End Trump’s Tariff Tax Act atau S. 5390 pada 14 September 2026.
RUU tersebut bertujuan mencabut sejumlah tarif yang diberlakukan pemerintahan Trump serta mengupayakan pengembalian bea tertentu yang telah dibayarkan.
Namun, hingga informasi status legislasi yang tersedia, RUU tersebut baru diperkenalkan dan dirujuk ke Komite Keuangan Senat. Artinya, belum disahkan menjadi undang-undang.
Trump Menghadapi Tekanan Politik
Perkembangan ini memperlihatkan adanya tekanan dari sebagian anggota Kongres terhadap kebijakan luar negeri dan perdagangan Trump.
Di satu sisi, penghentian konflik Iran diharapkan dapat mengurangi risiko keamanan dan gejolak harga energi dunia. Di sisi lain, pencabutan tarif diharapkan dapat meringankan beban konsumen dan pelaku usaha Amerika.
Reuters pada 1 November 2026 juga mencatat bahwa upaya Demokrat membatalkan tarif Trump masih menghadapi hambatan besar, termasuk kemungkinan veto presiden.
Ujian bagi Kongres dan Pemerintahan Trump
Publik internasional kini menantikan apakah Kongres AS benar-benar mampu membatasi kebijakan Presiden Trump.
Jika upaya penghentian perang dan pembatalan tarif memperoleh dukungan politik yang cukup, arah kebijakan Amerika Serikat bisa mengalami perubahan besar.
Namun, untuk saat ini, belum tepat menyebut AS telah mengesahkan satu RUU yang sekaligus menghentikan perang Iran dan perang tarif. Kedua agenda tersebut masih memiliki proses legislasi masing-masing.***

























