HEADTOPIC.COM– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk mengimbau seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) beragama Islam di lingkungan Pemkab Nganjuk mengenakan pakaian santri untuk memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026, Kamis, 22 Oktober 2026.
Imbauan tersebut tertuang dalam surat Sekretaris Daerah Kabupaten Nganjuk Nomor 400.8/3572/411.000/2026 tertanggal 21 Oktober 2026.
Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya menyemarakkan peringatan Hari Santri Nasional sekaligus memberikan penghormatan terhadap peran santri dalam perjuangan, menjaga nilai-nilai keagamaan, serta berkontribusi dalam pembangunan bangsa.
ASN Laki-Laki Kenakan Baju Koko dan Sarung
Dalam surat imbauan tersebut, ASN laki-laki beragama Islam diminta mengenakan baju koko atau kemeja putih yang dipadukan dengan sarung.
Sementara itu, ASN perempuan diimbau mengenakan busana muslimah bernuansa putih.
Ketentuan pakaian tersebut diharapkan dapat menciptakan suasana peringatan Hari Santri Nasional di lingkungan pemerintahan yang khidmat, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan di kalangan ASN.
Hari Santri Nasional 2026 Mengusung Tema Santri Menguatkan Negeri
Hari Santri Nasional 2026 mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”.
Tema ini menegaskan pentingnya peran santri dalam menjaga persatuan, memperkuat kehidupan beragama, serta mengambil bagian dalam pembangunan nasional menuju Indonesia Emas.
Santri selama ini dikenal memiliki kontribusi penting dalam perjalanan sejarah Indonesia. Selain mendalami ilmu agama, kalangan pesantren juga berperan dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan, membangun karakter, dan menjaga kerukunan di tengah masyarakat.
Melalui imbauan penggunaan pakaian santri tersebut, Pemkab Nganjuk berharap ASN Muslim turut memeriahkan peringatan Hari Santri Nasional 2026 dan meningkatkan apresiasi terhadap kontribusi santri bagi bangsa dan negara.
Peringatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai religius, semangat pengabdian, serta komitmen bersama dalam mendukung pembangunan daerah dan mewujudkan Indonesia yang lebih maju.
Dengan demikian, Hari Santri Nasional bukan sekadar peringatan seremonial, tetapi juga menjadi pengingat atas pentingnya menjaga persatuan, memperkuat karakter, dan meneruskan semangat perjuangan para santri dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.***




















