HEADTOPIC.COM, Nganjuk – Semarak Pasar Rakyat Adhiyaksa menjadi ruang baru bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Nganjuk untuk mengembangkan usaha sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
Lebih dari 200 stan UMKM dan pelayanan publik memadati gelaran Pasar Rakyat 2026 yang digelar Kejaksaan Negeri (Kejari) Nganjuk bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Nganjuk.
Pasar rakyat ini menghadirkan ratusan lapak yang menawarkan beragam produk dan sajian. Mulai dari kuliner tradisional, makanan kekinian, jajanan pasar, minuman, hingga berbagai produk UMKM lokal, semuanya tersaji dan menjadi daya tarik bagi masyarakat.
Konsep kolaborasi yang diusung Pasar Rakyat Adhiyaksa tidak hanya menjadi tempat berjualan, tetapi juga menjadi wadah bertemunya pelaku UMKM dengan masyarakat. Tingginya antusiasme pengunjung diharapkan mampu meningkatkan omzet pedagang sekaligus memperluas pemasaran produk lokal Nganjuk.
Kegiatan yang berlangsung mulai Jumat (28/8/2026) hingga Sabtu (5/9/2026) tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus Hari Lahir Kejaksaan ke-66.
Selain itu, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Nganjuk turut membuka stan pelayanan publik.
Kepala Kejari Nganjuk Dr. Dino Kriesmiardi mengatakan, Pasar Rakyat merupakan salah satu rangkaian kegiatan peringatan Hari Bakti Adhyaksa 2026. Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan mampu menjadi stimulus bagi perputaran ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM.
“Pasar rakyat ini bertujuan untuk memberdayakan ekonomi masyarakat, khususnya UMKM, dan meningkatkan perekonomian Nganjuk pada umumnya,” ujar Dino, Jumat (28/8/2026).
Menurut Dino, momentum peringatan Hari Bakti Adhyaksa juga menjadi kesempatan bagi Kejaksaan untuk semakin dekat dengan masyarakat. Korps Adhyaksa, kata dia, tidak hanya hadir dalam kapasitas sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga menjadi bagian dari masyarakat dalam mendorong pembangunan daerah.
“Kami ingin lebih dikenal masyarakat, tidak hanya sebagai penegak hukum, penuntut ataupun penyidik. Kami juga bagian dari masyarakat untuk membangun perekonomian dan membangun iklim hukum yang baik di masyarakat,” jelasnya.
Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi turut mengapresiasi gelaran Pasar Rakyat tersebut. Dia menilai kegiatan itu memiliki dampak ganda, yakni menggerakkan perekonomian sekaligus memperkuat kedekatan institusi penegak hukum dengan masyarakat.
“Ini tidak sekadar pertumbuhan ekonomi saja, tetapi juga sosialisasi bagaimana kejaksaan tidak hanya bergulir di bidang hukum, tapi hadir di tengah masyarakat secara langsung,” kata Marhaen.
Sementara itu, Ketua PWI Kabupaten Nganjuk Bagus Jati Kusumo menegaskan komitmen organisasi pers untuk terus mendukung kegiatan positif yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Menurut Bagus, kolaborasi antara PWI dengan pemerintah dan aparat penegak hukum merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi antarlembaga.
“Kegiatan ini bentuk sinergi kita dengan pemangku kebijakan. Maka, kita akan terus tingkatkan sinergitas guna mewujudkan fungsi pers sebagai pilar keempat demokrasi,” ujarnya.
Pasar Rakyat 2026 sekaligus menjadi etalase bagi produk-produk lokal Nganjuk. Dengan lebih dari 200 stan, masyarakat tidak hanya bisa berbelanja, tetapi juga mendapatkan akses berbagai layanan publik dari sejumlah OPD.***






