HEADTOPIC.COM, Nganjuk – Kasus kecelakaan yang menewaskan seorang remaja setelah terlindas alat berat di area pembangunan pabrik di Kabupaten Nganjuk kembali menjadi sorotan. Peristiwa tragis tersebut sebelumnya terjadi saat korban berada di sekitar lokasi proyek pembangunan.
Namun, setelah kejadian, perkembangan proses hukum kasus tersebut kini dipertanyakan. Publik dan keluarga korban menanti kejelasan mengenai sejauh mana penanganan perkara dilakukan oleh aparat penegak hukum.
Peristiwa kecelakaan itu sempat menyita perhatian masyarakat karena korban masih berusia remaja. Saat kejadian, korban disebut berada di area pembangunan hingga akhirnya mengalami kecelakaan fatal setelah terlindas alat berat.
Petugas kepolisian sebelumnya datang ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan informasi terkait kronologi kecelakaan. Proses penyelidikan juga dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya unsur kelalaian dalam peristiwa tersebut.
Kini, masyarakat mempertanyakan perkembangan kasus tersebut. Minimnya informasi mengenai hasil penyelidikan maupun langkah hukum berikutnya membuat muncul kesan proses perkara berjalan tanpa kepastian.
Keluarga korban tentu berharap kasus tersebut tidak berhenti begitu saja. Mereka membutuhkan kepastian hukum dan penjelasan transparan mengenai hasil penyelidikan, termasuk apakah ada pihak yang harus bertanggung jawab atas kecelakaan tersebut.
Jika memang ditemukan unsur kelalaian atau pelanggaran prosedur keselamatan di lokasi proyek, masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat menindaklanjutinya sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Sebaliknya, apabila hasil penyelidikan menyatakan tidak terdapat unsur pidana, kepolisian juga diharapkan memberikan penjelasan secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
Hingga kini, perkembangan resmi perkara tersebut masih dinantikan. Kasus ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan keselamatan di area proyek, terlebih agar masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja, tidak mudah memasuki kawasan yang sedang digunakan untuk aktivitas alat berat.
Remaja 12 Tahun di Berbek Nganjuk Tewas Terlindas Ekskavator Saat Bermain di Area Pembangunan Pabrik
Sebelumnya nasib tragis menimpa seorang bocah berusia 12 tahun di Kecamatan Berbek, Kabupaten Nganjuk. Korban tewas setelah terlindas ekskavator saat bermain di area pembangunan pabrik.
Peristiwa memilukan tersebut terjadi ketika korban bersama tiga anak lainnya berada di sekitar lokasi proyek pembangunan pabrik di Bendungrejo Kecamatan Berbek. Diduga, korban bermain di area pembangunan pabrik.
Kejadian berawal saat korban berinisial R tersebut sedang bermain bersama dua rekannya, Sahri (15) dan Kepin (14), sekitar pukul 17.00 WIB.
Ketiga remaja ini masuk ke area proyek dan mendekati alat berat yang sedang tidak beroperasi (mesin mati) dan terparkir di lahan bermedan miring.
“Kedua remaja lainnya bermain di dalam alat berat, sedangkan korban berada di alat berat tersebut. Situasi saat itu sepi karena jam kerja operasional sudah selesai,” jelas warga setempat.
Nahas, saat berada di dalam kabin alat berat, Kepin secara tidak sengaja mengotak-atik lubang kunci kontak starter doser menggunakan kunci sepeda motor yang dibawanya.
Tanpa disangka, mesin alat berat itu mendadak menyala dan langsung bergerak meluncur di lahan miring, melindas tubuh Raffi yang berada tepat di jalur pergerakan mesin.
“Salah satu dari mereka panik melihat temannya tertabrak langsung berteriak histeris meminta tolong warga sekitar. Dalam hitungan menit, warga langsung berhamburan menuju lokasi kejadian,” ujar sumber dari pihak berwenang.
Laporan tragedi ini langsung diteruskan ke Perangkat Desa Bendungrejo, Polsek Berbek, Bhabinkamtibmas, serta Babinsa Koramil 0810/04 Berbek sekitar pukul 17.30 WIB.
Petugas kepolisian kemudian datang ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi. Area proyek juga diperiksa untuk mengetahui secara pasti kronologi kecelakaan tersebut.
Proses evakuasi jenazah berlangsung dramatis dengan bantuan warga sekitar. Tepat pada pukul 20.30 WIB, jasad korban dievakuasi dan dilarikan ke RS Bhayangkara Nganjuk untuk menjalani penanganan serta pemeriksaan medis lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius terhadap pentingnya pengamanan area proyek, khususnya lokasi yang menggunakan alat berat, agar tidak mudah dimasuki warga maupun anak-anak yang sedang bermain.***

