HEADTOPIC.COM – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, mendapat jabatan baru dari Presiden Prabowo Subianto. Putra sulung Presiden ke-6 RI itu resmi ditunjuk sebagai Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh, menggantikan Luhut Binsar Pandjaitan.
Penunjukan tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 29 Tahun 2026 tentang perubahan atas regulasi percepatan penyelenggaraan prasarana dan sarana Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Aturan itu mulai berlaku sejak 12 Mei 2026 dan menyesuaikan struktur komite dengan susunan Kabinet Merah Putih.
Sebelumnya, posisi Ketua Komite KCJB dipegang oleh Luhut saat menjabat Menko Kemaritiman dan Investasi pada era pemerintahan Presiden Joko Widodo. Kini, tongkat estafet pengawasan proyek strategis nasional tersebut beralih ke AHY.
Tugas AHY sebagai Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Sebagai Ketua Komite KCJB, AHY memiliki sejumlah tugas penting yang berkaitan dengan keberlanjutan operasional dan pembiayaan proyek Kereta Cepat Whoosh. Salah satu tugas utama adalah menyepakati dan menetapkan langkah-langkah yang diperlukan apabila terjadi pembengkakan biaya atau cost overrun dalam proyek tersebut.
Selain itu, komite yang dipimpin AHY juga berwenang menentukan bentuk dukungan pemerintah untuk mengatasi kewajiban perusahaan patungan yang mengelola proyek kereta cepat. Dukungan tersebut dapat berupa penyertaan modal negara, penyesuaian skema pembiayaan, hingga pemberian jaminan pemerintah jika diperlukan.
AHY juga akan mengoordinasikan berbagai kementerian dan lembaga terkait guna memastikan proyek Whoosh berjalan efektif, berkelanjutan, serta memberikan manfaat ekonomi yang maksimal bagi masyarakat.
Tantangan Besar Menanti AHY
Penugasan baru ini dinilai strategis karena proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari pembiayaan, efisiensi operasional, hingga pengembangan konektivitas kawasan. AHY diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah, BUMN, dan mitra investasi untuk menjaga keberlanjutan proyek yang menjadi ikon transportasi modern Indonesia tersebut.
Dengan jabatan barunya ini, AHY semakin memegang peran penting dalam agenda pembangunan infrastruktur nasional pemerintahan Prabowo, khususnya dalam pengembangan transportasi massal modern dan konektivitas antarwilayah.***
